Tips: Agar anak tidak menangis ketika ke dokter gigi

Orang dewasa pun banyak yang takut ke dokter gigi..

Ingat dengar suara “kiii…iin” dan bau yang nggak enak? Ingat bagaimana rasanya ketika gigi dikikis? Kalau ingat itu semua, rasanya nggak ingin ke dokter gigi ya.

Anak-anak lebih takut lagi..

Menangis keras sekali, sampai akhirnya tidak jadi diobati. Pernah mengalami hal itu? Dokternya pun bingung. Orang tuanya pun jadi ingin ikut menangis.

Apa tipsnya supaya tidak takut dokter gigi?

Tidak sedikit orang dewasa yang takut atau tidak suka ke dokter gigi. Mengapa? Sebagian besar dikarenakan ketika masih kecil mereka mendengar kata-kata yang tidak sengaja diucapkan atau melihat yang dilakukan oleh ayah atau ibunya, dan itu terus teringat sampai mereka besar. Inginnya mereka suka dengan dokter gigi, tapi pada prakteknya tidak semudah itu. Bagi orang tua, paling tidak, berhati-hatilah dengan kata-kata atau tindakan yang dilakukan. Sekali si anak memiliki rasa takut atau tidak suka, sampai mereka dewasa pun, mereka tidak ingin ke dokter gigi. Yang akhirnya giginya tidak bisa terawat dengan baik.

1. Biasakan untuk membuka mulut

Anak-anak sangat tidak suka jika disentuh apa yang ada di dalam mulutnya. Ayah.. Ibu.. Biasakan dari kecil untuk mengintip keadaan mulut anaknya. Lalu gosok giginya, lidahnya, dengan lembut. Kalau bisa, tidak hanya ayah dan ibunya, tapi juga kakek, nenek, kakaknya, juga ikut melakukan hal yang sama. Dengan dibiasakan seperti itu, si anak menjadi kurang merasa risi untuk dilihat mulutnya oleh orang lain.

2. Jangan menakut-menakuti dengan menyebut dokter gigi

Ketika anak sedang rewel atau tidak mau menurut, jangan sekali-kali menakut-nakuti dengan mengatakan, “Nanti diajak ke dokter gigi biar disuntik.”, atau sejenisnya. “Dokter gigi” = “Hukuman”. Itulah yang akan ditangkap oleh si anak. Tidak hanya dokter gigi. Dokter umum pun sama.

3. Jangan diam-diam mengajak ke dokter gigi

Karena kuatir anak tidak mau ke dokter gigi (atau dokter umum, rumah sakit), lalu diam-diam mengajak pergi tanpa mengatakan akan ke mana. Si anak akan menjadi tidak siap secara mental, dan akan merasa takut secara berlebihan. Sebelum pergi, katakan kalau akan periksa ke dokter gigi.

4. Tidak mengatakan 5 kata pada anak

1. “Nggak diapa-apain koq” (cuma dilihat aja)

Katanya “nggak diapa-apain”, tapi disuruh baring di kursi, lalu mulut disuruh dibuka, giginya digoyang-goyang, ditusuk-tusuk. Katanya “cuma dilihat aja”, tapi giginya disikat. Yang bersangkutan mungkin akan berfikir seperti itu. Akibatnya, berikutnya mungkin akan berkata, “Nggak mau pergi lagi ke dokter gigi. Nanti nggak tahu mau diapain lagi, beda sama yang ayah ibu bilang.”.

2. “Nggak sakit koq”

Dalam pernyataan itu tersirat seperti ini: “Yang akan kamu alami nanti sedikit menyakitkan dan mungkin nggak kamu suka, tapi dokternya akan berusaha sebaik mungkin.”. Anak yang cerdas akan segera menangkap dan memahaminya seperti ini: “Jadi sebetulnya yang akan aku alami akan menyakitkan. Ibuku berusaha untuk menenangkan aku jadi bicara seperti itu.”. Hasilnya.. seperti ini: “Nggak mau!”. Dalam kejadian sehari-hari, kalau memang hal itu tidak menyakitkan, lalu kemudian nggak akan bilang seperti ini kan? “Nggak sakit koq.”.

3. “Nggak lama koq” (cepet selesai)

Bagi sang anak, “nggak lama” atau “cepat” itu bisa dianggap satu menit, atau mungkin hanya lima detik. Dibilang “nggak lama” tapi ternyata butuh waktu “lima menit”. Pasti nggak mau dan akan menjadi trauma. Kalau nggak tahu harus menahan berapa lama, tidak usah dibilang “nggak lama”—rasa kuatirnya nggak akan hilang.

 4. “Nggak pernah gosok gigi sih..”

Pertama, apakah gigi yang bolong itu semata-mata karena salah sang anak? Misalnya—jika bagaimanapun ingin menyalahkan sang anak—benar itu salah sang anak, apa iya pantas, di saat sang anak mau diobati sama dokter gigi, lalu diberi kata-kata seperti itu?

5. “Nggak sakit?”

Ketika sang anak diperiksa atau diobati oleh dokter, kadang secara tidak sadar kita bertanya, “Nggak sakit?”. Bagi anak, “nggak sakit” sama artinya dengan “sakit”. Ketika sedang menahan sakit pada waktu dirawat, lalu mendengar kata-kata itu, ada anak yang kemudian malah menangis. “Nggak sakit?” atau “Sakit?” tabu untuk diucapkan.

5. Ajak ke dokter ketika sang anak sedang mood-nya baik

Untuk anak umur 3 tahun atau kurang, hindari waktu saat tidur siang. Pergilah di pagi hari. Hindari pula saat perut kosong atau waktu makan. Perhatikan pola hidup sang anak, dan buat janji dengan dokter menyesuaikan dengan waktu itu. Dan luangkan waktu untuk itu—misalnya jangan pada waktu orang tuanya ada acara juga sehingga waktunya menjadi terburu-buru.

6. Pertama yang harus santai adalah ibu dan ayahnya

Anak selalu mengamati orang tuanya. Rasa kuatir atau gugup yang dirasakan oleh orang tuanya akan mudah ditangkap oleh sang anak. Kalau sudah sampai di tempat praktek dokter, ibu, ayah, usahakan untuk santai. Senyum dan ajak ngobrol atau main anaknya seperti biasa. Hal itu bisa membuat rasa kuatir sang anak juga hilang.

7. Karena kasihan, jangan lalu diajak pulang

Ada yang sudah duduk di kursi, berbaring, tapi begitu akan dilihat mulutnya, sang anak menangis keras dan berontak. Karena kasihan, lalu diajak pulang, selain tidak jadi (bisa) dirawat, akan menjadi “pelajaran” tidak baik bagi sang anak, yaitu “kalau ada yang nggak disukai tinggal nangis aja”.

8. Kalau selesai dirawat, berilah pujian

Kalau sudah selesai dirawat, berilah pujian. Berilah penghargaan berupa ucapan seperti, “Hebat!” atau “Wah, ibu kaget kamu bisa!”, atau dengan skin touch, misalnya dengan menepuk-nepuk kepalanya atau beri toss, sudah cukup sebagai rasa ungkapan penghargaan bagi keberanian sang anak. Jangan dibiasakan untuk memberi “hadiah” berupa barang atau memancing dengan barang. Tidak baik bagi pertumbuhan anak.


Sumber:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s